Posted in Bagai Udara

Seputar Jodoh

📆Hari/tgl    : Jum’at / 6 Januari 2017

⌚ Jam           : 19.30

🏫 Tempat    : Menara Cahaya

👳🏻 Muwajjih  : Ustd.Hisbullah 

📚 Tema         : Ta’aruf
❤💛💚💙💜❤💛💚💙

SEPUTAR JODOH
Jika suatu ketika seseorang atau mungkin kamu ditanya tentang jodohmu maka akan muncul beragam jawaban. Jika belum punya tambatan hati sama sekali biasanya jawabannya ingin jodoh yang serba sempurna contoh: maunya jodoh yang shaleh, tampan, mapan, hafalan al-Qur’an sekian juz, ibadah hariannya bagus, dari keturunan yang baik-baik yang pada intinya ketika masih kosong hati dan pikiran dari keterikatan hati dengan seseorang pada umumnya akan membuat pilihan target jodoh impian yang serba sempurna.
Tapi jika sudah punya tambatan hati, maka jawabannya beda lagi. Jika ditanya tentang jodohnya jawaban akan mengarah pada ciri-ciri pasangannya. Tak peduli lagi tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh “pasangannya” yang jelas maunya sama si dia.
Jawabannya akan berbeda lagi jika kita tanyakan kepada orang yang pernah gagal, gagal menuju pernikahan mungkin orang yang didambakan menikah duluan dengan orang lain atau karena satu sebab lainnya memang tidak bisa menikah dengan bakal pasangannya. Biasanya kalau yang ini jawabannya agak rada pesimis, “semua laki-laki itu sama saja”, “saya tidak percaya lagi dengan laki-laki”, “saya sakit hati dengan laki-laki”, “untuk saat ini tidak mikirin jodoh dulu”, “trauma nanti takut gagal lagi”.
Tapi jika usia sudah mulai lanjut, teman-teman sudah punya momongan, keluarga dan saudara sudah mulai bertanya “kapan menikah”, maka jawabannya tentang jodoh menjadi lebih simple. “Yang penting islam, shaleh, taat dan mampu membiayai keluarga”.
Ya, kurang lebih begitulah jawaban umum jika ditanya tentang jodoh ke beberapa orang, masing-masing orang tentu punya persepsi dan definisi sendiri tentang jodohnya. Ada yang optimis dengan jodohnya, ada yang subjektif dalam memberikan penilaian, ada yang pesimis dan ada juga yang sangat sederhana dan simple. Semua tentu bergantung pada pengalaman masa lalu, kondisi saat ini dan tentang bagaimana pengetahuannya terhadap jodoh.
Banyak orang yang galau tentang jodohnya, tak sedikit yang khawatir salah pilih atau malah tidak ada yang memilih sehingga memilih jalan maksiat pacaran sebagai ikhtiar untuk mendapatkan jodohnya. ~Bahkan ada sebagian kaum muslim yang mengambil langkah pintas yang salah kaprah, mereka pacaran atau bertunangan, padahal jangankan mendapat solusi yang ada malah menambah masalah sehingga memandang pesimis perkara perjodohan~. Di lain pihak ada juga yang semakin hari semakin gelisah karena Allah belum pertemukan ia dengan jodohnya sementara usia makin hari makin bertambah.
Kenapa banyak yang gelisah dan galau ketika berbicara jodoh? karena kebanyakan diantara kita memaksakan definisi dan persepsi pribadi kita tentang jodoh, mengikuti “ego” yang bahkan sudah bercampur dengan nafsu syahwat dalam menentukan jodoh kita. Jodoh memang misteri, tidak ada yang tahu tentang siapa jodoh kita, namun kabar baiknya Allah sudah kasih sedikit bocoran tentang jodoh kita yang mana jika hal ini kita jadikan sebagai acuan tentu akan menjadi solusi utama kegalauan dan kegelisahan kita.
Allah membocorkan Rahasia tentang jodoh di dalam QS. an-Nur : 26,

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik
Pada ayat di atas Allah تعالى jelaskan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue” kalau jodoh itu adalah cerminan diri kita, ia sebagaimana diri kita. Jika kita shaleh, taat, suka membaca al-Qur’an, baik akhlak dan perilakunya إن شآءالله, Allah تعالى akan pertemukan juga dengan orang yang seperti itu.
Setelah mengetahui ini, tentu kita sama-sama memahami, meyakini dan tentu juga mengamalkannya. Diharapkan setelah mengetahui hal ini bisa mengubah persepsi kita dalam memahami jodoh, yang pada mulanya mungkin fokus “pada siapa” jodohnya menjadi fokus “bagaimana pribadi saya” agar mendapatkan jodoh sesuai impian dan harapan saya.

والله أعلم

Advertisements
Posted in Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 3

Disunting Oleh: Niken Handini
Di-copas Dari: SharingmateriIPC/200
Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 3 (Terakhir)

(oleh: Dr. Ahmad Farid)
Ketaatan adalah suatu kebutuhan untuk kehidupan hati seperti makanan dan minuman bagi kehidupan jasad. Sedangkan perbuatan maksiat merupakan racun yang dapat merusak hati.
Faktor dan Menu Penghidup Hati

1. Zikir kepada Allah Swt

Barangsiapa berzikir, ia akan selalu berkomunikasi dengan Allah. Zikir merupakan senjata untuk memerangi setan, sementara yang terhalang akan menjauh dari Allah dan hatinya menjadi keras.
Manfaat zikir dari Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shayyib :

1. Mengusir dan mengalahkan setan

2. Menyebabkan Allah Swt mengingatnya, mendatangkan ridha-Nya serta menumbuhkan perasaan selalu diawasi dan mendorong jiwa ingin selalu kembali pada-Nya

3. Menghilangkan kesedihan, membahagiakan serta melapangkan hati 

4. Menguatkan hati dan organ tubuh, mencerahkan wajah serta menyinari hati

5. Membukakan pintu rezeki, mendatangkan rahmat dan ketenangan

6. Membuat hati menjadi hidup dan membuahkan rasa cinta

7. Membersihkan dosa, mengobati hati yang keras dan mencegah hati berbuat keji

8. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang berzikir

9. Memberikan kekuatan

10. Zikir lebih utama daripada doa karena zikir merupakan pujian kepada Allah sedangkan doa adalah permohonan hamba terhadap kebutuhannya.
Macam-macam zikir

1. Dengan asma-asma Allah, sifat serta pujian seperti Subhanallah, Alhamdulillah dan La ilaha illallah

2. Berita dari Allah tentang ketetapan asma dan sifat-Nya seperti Allah mendengar suara dan melihat gerak gerik hamba-Nya

3. Ingat akan perintah dan larangan Allah Swt

4. Ingat akan nikmat dan kebaikan Allah Swt.

Zikir dengan hati lebih utama daripada zikir dengan lisan saja.
2. Membaca Al-Qur’an

Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al-Isra:82)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus:57)
Utsman bin affan meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, “sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
3. Istighfar

Istighfar adalah memohon ampunan. 

Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Muzammil:20)

Sebaik-baik istighfar adalah jika keluar dari hati yang berdosa dan bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.
Keutamaan Istighfar

Dari Aisyah mengatakan, beruntunglah bagi orang yang mendapati dalam kitab catatan amalnya banyak istighfar.

Dari Qatadah mengatakan, sesungguhnya Al-Qur’an ini menunjukkan kepada kalian penyakit dan obat bagi kalian. Penyakitnya adalah dosa dan obatnya adalah istighfar.
4. Do’a

Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku.” (Al-Baqarah:186)

Doa ialah wujud memperlihatkan kebutuhan dari hamba yang lemah, yang tidak bisa memberi manfaat dan mudharat bagi dirinya sendiri.
Tingkatan Doa 

1. Doa lebih kuat daripada cobaan, sehingga mampu menolak dan mencegahnya

2. Doa lebih lemah dibanding cobaan. Cobaan menimpa tetapi kemudian menjadi lebih ringan karena doa

3. Keduanya sama-sama kuat dan berusaha saling mengalahkan.
Etika Berdoa

1. Mantap dalam berdoa, yakin akan dikabulkan dan percaya akan diterima

2. Tidak bosan berdoa dan mengulanginya tiga kali

3. Tidak terburu-buru

4. Menepatkan doa pada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Ramadhan dan hari Jum’at

5. Memanfaatkan kondisi mulia seperti waktu turun hujan

6. Melirihkan suara antara samar dan jelas, tenang serta menampakkan rasa butuh

7. Memulai dengan memuji Allah Swt

8. Memperbaiki makanan

9. Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan 
5. Shalawat untuk Rasulullah Saw

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab:56)
Manfaat Shalawat

1. Menunaikan perintah Allah Swt

2. Dengan membaca shalawat kepada nabi Saw akan mendapat 10 shalawat dari Allah Swt

3. Mendapatkan syafaat

4. Memperoleh kecukupan dan mengantarkan menuju surga

5. Allah Swt mengabadikan pujian baik dan berkah bagi pembacanya

6. Kelanggengan cinta hamba kepada Rasulullah Saw.
Waktu yang Tepat Membaca Shalawat

1. Dalam shalat saat tasyahud

2. Ketika shalat jenazah setelah takbir kedua

3. Ketika disebut nama Rasulullah Saw

4. Ketika masuk dan keluar masjid

5. Mendengar adzan

6. Ketika berdoa

7. Pada hari Jum’at

8. Ketika khutbah

9. Keluar dari majelis

10. Ketika melamar wanita untuk menikah
6. Shalat Malam

Di dunia mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan pada waktu pagi sebelum fajar.” (Adz-Dzariyat:17-18)

Ataukah orang yang beribadat pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-Nya.” (Az-Zumar:9)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda “Sebaik-baik shalat setelah shalat 5 waktu adalah shalat malam.”
Sebab yang Memudahkan Shalat Malam

1. Jangan makan terlalu banyak sehingga akan banyak tidur

2. Jangan terlalu letih disiang hari dan tidur cukup pada waktu siang

3. Jangan banyak melakukan dosa di siang hari karena dapat mengeraskan hati.
Solusi bagi hati yang telah dikuasai oleh nafsu adalah dengan introspeksi diri dan melawannya.

Timbanglah amal perbuatan di dunia sebelum ditimbang di hari kiamat karena dapat meringankan hisab.

Melakukan muhasabah terhadap semua ibadah wajib, terhadap larangan-larangan dan juga kelalaian serta apa yang pernah diucapkan sebagai evaluasi hamba terhadap hak Allah Swt atas dirinya.
〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Posted in Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 2

Disunting Oleh: Niken Handini
Di-copas Dari: SharingmateriIPC/183


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 2
(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Perbuatan dosa memiliki pengaruh bahaya bagi hati dan tubuh baik di dunia maupun akhirat yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Apa yang menyebabkan iblis diusir dari kerajaan langit serta dilaknat oleh Allah?
Apa yang menyebabkan Fir’aun & kaumnya tenggelam di laut? 
Apa yang menyebabkan Qarun beserta hartanya dibenamkan?

Hal-hal tersebut disebabkan oleh dosa yang terakumulasi hingga membutakan hati. Hati menjadi tertutup seperti berkarat karena maksiat dan kemudian karat tersebut menebal hingga berubah menjadi gembok dan tutupnya. 

Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Rabb-mu amat cepat siksa-Nya & sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al A’raf:167)

❤💔 Faktor Penyakit Hati dan Racunnya yang Berbahaya ❤💔

1. Bicara Berlebihan
Barangsiapa menanam kebaikan yang berupa ucapan ataupun perbuatan, maka akan menuai kemuliaan. Barangsiapa menyemai kejelekan dari perkataan maupun perbuatan, maka akan menuai penyesalan.

Uqbah bin Amir berkata, “Aku pernah bertanya, Ya Rasulullah, apa keselamatan itu?” Beliau menjawab, “Jagalah lisanmu.” (HR. At Tirmidzi)

Beliau juga bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Diam memiliki keutamaan yang besar karena banyaknya penyakit lisan seperti :

1. Bicara tidak berguna

2. Ghibah

3. Mengadu domba

4. Berlebihan dalam memberi pujian
2. Memandang Secara Berlebihan

Melepaskan pandangan terhadap sesuatu dengan sepenuh mata dan melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur:30)

Mata adalah sarana untuk menjaga & memelihara kemaluan. Mata adalah pintu gerbang menuju hati & jalan indera yang paling luas jangkauannya. Karena itulah banyak yang tergelincir karena mata dan wajib memperingatkan tentangnya.

Bahaya pandangan yang berlebihan:

1. Maksiat

2. Menjauhkan hati dari Allah SWT

3. Melemahkan, menggelapkan serta mengeraskan hati dan menyumbat pintu ilmu

4. Mempersilahkan setan masuk ke dalam hati

5. Lalai, menuruti hawa nafsu dan menjadi tawanan syahwat
3. Berlebihan dalam Bergaul
Mengakibatkan kerugian di dunia & akhirat karena dapat menyemai permusuhan dan dendam.
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf:67)
Bergaulah sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya memilah manusia menjadi 4 macam :

1. Bergaul seperti membutuhkan makanan setiap hari. Bila kebutuhan telah tercukupi, ia meninggalkan pergaulan tersebut. Dan saat ia butuh ia akan kembali.

2. Bergaul seperti membutuhkan obat ketika sakit kemudian setelah sehat tidak perlu lagi meminumnya. 

Misalnya demi kemashlahatan hidup dan memenuhi apa yang diperlukan, seperti konsultasi dan berobat.

3. Bergaul seperti penyakit.

Ini adalah orang-orang yang tidak menguntungkan baik dalam segi agama maupun dunia.

4. Bergaul dengan orang yang menyebabkan kerusakan. Mereka menghalangi dan membelokkan jalan Allah, mengubah sunnah menjadi bid’ah dan sebaliknya, yang ma’ruf menjadi mungkar dan sebaliknya.
4. Makan Berlebihan
Hal yang paling membinasakan anak Adam adalah syahwat perut karena itulah yang menyebabkan Adam dan Hawa terusir dari surga menuju dunia.
Orang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW menganjurkan sedikit makan dan merasa cukup dengan sebagian makanan agar menyisakan lainnya (untuk orang lain).

Sebaik-baik yang dimakan mukmin ialah dalam sepertiga perutnya, minuman dalam sepertiga dan sepertiga lainnya untuk nafas.

Barangsiapa mampu mengatur perutnya, berarti ia mampu mengatur agamanya. Barangsiapa menguasai laparnya, ia memiliki akhlak yang baik. 

Sesungguhnya kemaksiatan itu jauh dari orang lapar dan dekat dengan orang kenyang, karena faedah lapar bisa mengalahkan syahwat untuk berbuat maksiat dan menguasai hawa nafsu yang mengajak pada kejelekan.

Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, jika lambung penuh dengan makanan, maka pikiran akan tidur, hikmah akan bisu dan semua anggota tubuh berhenti dari aktivitas ibadah.”
5. Tidur Berlebihan
Bisa mematikan hati, menjadikan badan berat, menyia-nyiakan waktu serta sering lalai dan malas.

Tidur pada awal malam lebih bermanfaat daripada akhir malam. Pada pertengahan siang lebih bermanfaat daripada pagi dan sore hari. 

Tidur antara waktu subuh dan terbitnya matahari makruh hukumnya sebab itu adalah waktu turunnya rezeki, memperoleh bagian dan tersebarnya berkah.

Banyak tidur itu menyia-nyiakan umur, melewatkan shalat tahajud, membuat bodoh tabiat dan mengeraskan hati. Usia adalah mutiara paling berharga dan merupakan modal utama untuk seorang pedagang.

Hanya dengan keseimbangan, alam dapat berjalan dengan baik. Barangsiapa berpegang teguh maka ia telah mengambil bagian dari banyak kebaikan dan hanya Allah tempat kita memohon pertolongan.

6. Penyakit Riya’

Riya’ adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan memperlihatkan perilaku yang baik.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’.” (QS. Al-Ma’un:4-6)

Rasulullah SAW bersabda, 

“Sesungguhnya perkara yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’, saat memberi balasan amal perbuatan kepada para hamba pada hari kiamat Allah berfirman, “Wahai manusia yang suka riya’, datangilah orang-orang yang engkau pameri ibadah kalian, lihatlah apakah engkau akan mendapat pahala dari mereka.”

(HR. Ahmad)
Hakikat Riya’

1. Riya’ dalam masalah agama

2. Riya’ dengan sikap dan pakaian

3. Riya’ perkataan

4. Riya’ perbuatan

5. Riya’ banyak teman dan tamu

Tujuan riya’ :

1. Maksiat

2. Memperoleh keuntungan duniawi

3. Takut jika orang lain merendahkannya, tidak dianggap istimewa

Obat dan terapi riya’:

1. Memutus akar dan sumbernya.

Perasaan senang dipuji, menghindari kepedihan celaan dan ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain (iri).

2. Menyingkirkan apa yang tumbuh dalam hati di sela-sela ibadah.

3. Ikhlas.

7. Penyakit Sombong
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl:23)

Rasulullah SAW bersabda, 

Pada hari kiamat Allah tidak akan melihat (dengan pandangan rahmat) kepada seseorang yang memanjangkan sarungnya (melebihi mata kaki) karena sombong.” (HR. Al-Bukhari)

Hal-hal yang disombongkan :

1. Ilmu

2. Kedudukan dan nasab

3. Harta

4. Pengikut, pendukung dan teman pergaulan

Obat sifat sombong :

1. Memotong pohon di tempat tumbuhnya, di dalam hati.

2. Mencegah hal-hal yang membuat sombong.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Posted in Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 1

Disunting oleh: Niken Handini

Di-copas dari: SharingmateriIPC/180


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 1

(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Salah satu faktor kebaikan yang paling agung dunia & akhirat adalah mematuhi syariat Allah SWT dengan memperhatikan hal-hal yang membersihkan jiwa &  melembutkan hati. 

💗 Hati hanya akan merasa tenang dengan zikir & menaati Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

(Yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d:28)

💗 Jalan meraih kebahagiaan adalah dengan memperhatikan, memperbaiki & mengobati penyakit-penyakit hati supaya selalu menaati Rabb-nya. Orang yang beruntung adalah orang yang mendapat pertolongan Allah dan orang yang hina adalah orang yang terhalang dari pertolongan & petunjuk-Nya.
💖 Manfaat penyucian jiwa:
1. Memperbaiki hati

Hati yang baik akan mudah menyerap ilmu sebagaimana tanah yang subur akan mudah ditanami.
2. Memperbarui taubat kepada Allah setiap pagi & sore

Sebagian ulama salaf mengatakan, “barangsiapa yang tidak bertaubat pada pagi & sore, ia termasuk orang-orang yang zalim.

Allah berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat:11)
3. Penuntut ilmu tidak patah semangat terhadap cobaan yang menimpanya.

Seperti orang yang cerdas & giat menuntut ilmu syar’i, karena keistimewaannya ini bisa menjadikannya sombong/riya sehingga dia celaka.

Maka dengan penyucian jiwa, dapat melatih/menjaga sifat rendah hati orang yang berilmu.
💝 Pembagian jenis hati :
1. Hati yang sehat

Hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah & larangan Allah, serta setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan firman-Nya.

Amal perbuatannya ikhlas karena Allah. Jika cinta, cintanya karena Allah. Bila benci, bencinya karena Allah. Bila memberi, memberinya karena Allah. Dan bila tidak memberi, hal itu juga karena Allah.

Tidak pernah tunduk & berhukum kepada orang yang memusuhi Rasulullah SAW. Hati terikat kuat untuk mengikuti Allah semata & tidak mengikuti seorang pun baik perkataan maupun perbuatan.

Orang-orang yang akan selamat pada hari kiamat adalah orang-orang yang memiliki hati yang sehat, sebagaimana firman Allah :

(Yaitu) pada hari harta & anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat.” (Asy-Syu’ara:88-89)
2. Hati yang mati

Hati yang di dalamnya tidak ada kehidupan. Tidak mengetahui Rabb-Nya sehingga tidak menyembah-Nya sesuai perintah, tidak mencintai apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Bila cinta, cintanya karena hawa nafsunya. Bila marah, marahnya karena nafsunya. Bila memberi, memberi karena nafsunya. Sedangkan bila tidak memberi, itu juga karena nafsunya.

Nafsu lebih berpengaruh daripada ridha Rabb-Nya. Pemimpinnya adalah nafsu, pengendalinya adalah syahwat, supirnya adalah kebodohan & kendaraannya adalah lalai. 

Tujuan duniawi membuatnya tenggelam, sedangkan nafsu & cinta dunia membuatnya mabuk kepayang.
3. Hati yang sakit

Hati yang hidup tapi terjangkit penyakit. Terkadang condong kepada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan.

Dalam hatinya ada cinta, iman, ikhlas & tawakal kepada Allah, itulah yang menyebabkan hidup. Namun di dalamnya ada juga cinta & pengutamaan terhadap syahwat, serta memiliki hasrat yang kuat untuk meraihnya.

Suka menjadi pemimpin karena kagum pada diri sendiri, sombong, iri & membuat kerusakan di bumi. Inilah yang menyebabkan hatinya rusak & hancur.
💔 Segala penyakit hati terhimpun dalam penyakit syahwat yang dijelaskan dalam firman Allah, “…Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit hatinya…” (Al-Ahzab:32) 

Dan syubhat, sebagaimana firman Allah, “Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya…” (Al-Baqarah:10)
📖 Obat dari jenis penyakit ini adalah Al-Qur’an karena mengandung bukti-bukti meyakinkan yang menjelaskan antara yang haq dan batil. Barangsiapa yang dianugerahi pemahaman dan pengetahuan Allah, ia akan mampu melihat yang haq dan yang batil secara jelas dengan mata hatinya, seperti melihat siang & malam.

📖 Al-Qur’an adalah penghapus penyakit sehingga hati akan menjadi baik & akan baik pula keinginannya, serta akan kembali ke fitrahnya.

Sesuai dengan firman Allah, 

Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar & rahmat bagi orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al-Isra:82)

Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada & petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.“_ (Yunus:57)

💖 Hati yang sehat akan senang melihat hal yang bermanfaat di dunia & akhirat dan membenci hal-hal yang membahayakannya.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion