Posted in Awan Kehidupan

Balada Bocah Punya Android

by: Fatmaratri Maulani

PIM-Rumahku 21 Mei 2017


Suatu malam seorang bocah kelas 5 SD sedang bermain hp androidnya. Tiba-tiba ia bertanya pada kakaknya.

Adik: “Mba, play store bisa di-update ga?”

Kakak: “Ga bisa. Emang kenapa?”

Adik: “Yah ga bisa.. Mba, mba tahu game *** ga?”

Kakak: “Ga tahu, game apa itu?”

Adik: “Itu game-nya seru. Temen-temen pada mainan itu. Tapi di play store hp ini ga ada. Kenapa ya mba?”

Kakak: “Oh… Berarti game-nya ga bagus buat hp kamu.”

Adik: “Ih, bukan. Waktu itu pernah aku nyari di play store tapi tulisannya ‘belum cukup umur’. Argh…”

Kakak: “Nah iya berarti ga bagus kan..”

Sang adik kesal, ia berpikir mungkin data di play store-nya sesuai dengan tahun kelahiran aslinya.

Namun dalam hati sang kakak berbicara.

“Maaf ya dik, sebenarnya kakak yang mengatur play store hpmu seperti itu. Kakak ubah pengaturan parental mode-nya jadi usia 3 tahun. Semoga Allah melindungimu ya dik. Aamiin…”

Advertisements
Posted in Uncategorized

Galau Nulis

Menulis.

Aku punya sedikit hobi nulis. Kalau ada inspirasi, dan ada sesuatu yang sangat terkesan atau bisa aku renungi biasanya akan kutuangkan dalam tulisan.

Aku punya blog pribadi. Isinya hanya tulisan-tulisan kecil ala kadarnya. Ada juga copy tulisan penting. Kebanyakan sih curhatan-ya, seperti tulisan ini-.

Biasanya aku menulis di angkot saat perjalanan berangkat atau pulang kuliah. Atau saat hari libur di rumah. Ya, bisa kapan saja. Lebih tepatnya sih saat mood menulis datang.

Ketika ada tawaran menulis, aku dengan semangat mengiyakan. Aku kira tawaran itu tidak akan serius. Aku kira aku diminta menulis nonfiksi. Tapi ternyata aku diminta menulis karangan fiksi.

Aku jarang sekali membuat tulisan fiksi. Aku lebih suka menulis tulisan nonfiksi. Hikmah dari pengalaman yang aku alami misalnya.

Buku-buku yang aku beli pun kebanyakan buku nonfiksi. Buku semacam kumpulan cerpen atau novel hanya sedikit yang aku punya. Itu pun hanya aku beli di bazar toko buku dengan harga murah. Aku masih merasa sayang sekali uangku bila digunakan untuk membeli novel dengan harga mahal. Walaupun bila dibandingkan dengan buku tebal nonfiksi, aku akan lebih lahap membaca novel-seberapapun tebalnya bila ceritanya menarik-. Namun aku berpikir bahwa buku nonfiksi lebih banyak manfaatnya dibanding buku fiksi, dan biasanya buku nonfiksi bisa kita baca dua kali. Kalau baca novel kan sekali baca, habis, sudah tahu ceritanya maka selesai, bukunya disimpan begitu saja di lemari buku, nggak bisa dibaca lagi. Biasanya lho ya.

Jadi ini tulisan benar-benar curhat. Tentang kegalauanku akan project menulisku. Tentang janji dari sebuah kata iya. Di awal-awal seperti ini aku merasa minder dan ‘macet’ untuk menulis. Sungguh, aku tidak ingin mengecewakan mereka. Aku punya cita-cita menjadi penulis.

Sekarang aku sudah bukan mahasiswa lagi. Dulu waktu masih kuliah aku masih bisa menyempatkan waktu untuk baca buku di kampus. Tapi sekarang aku jarang sekali bisa baca buku di kantor. Hampir setiap kali aku bawa buku dengan rencana ketika luang nanti akan dibaca, tapi ternyata tidak sempat kubaca.

Benar kata temanku bahwa aku mungkin macet nulis karena kurang baca. Aku pun kemarin ke IBF kusempatkan beli buku kumpulan cerita. Semoga aku bisa menulis cerita-cerita hikmah. Rencana ketika hari libur ini ingin mulai menulis tapi tidak dapat terealisasi. Astaghfirullah al ‘adzim…

Aku harus banyak istighfar, banyak baca buku, kurangi main hp dan nyalakan semangat menulis. Doakan aku ya…
🌹🌹🌹

11 Mei 2017

Fatma alias Fathimah Alifa

tulisan selingan yang semoga bisa menghilangkan kegalauanku