Bagai Udara

Seputar Jodoh

๐Ÿ“†Hari/tgl    : Jum’at / 6 Januari 2017

โŒš Jam           : 19.30

๐Ÿซ Tempat    : Menara Cahaya

๐Ÿ‘ณ๐Ÿป Muwajjih  : Ustd.Hisbullah 

๐Ÿ“š Tema         : Ta’aruf
โค๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œโค๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™

SEPUTAR JODOH
Jika suatu ketika seseorang atau mungkin kamu ditanya tentang jodohmu maka akan muncul beragam jawaban. Jika belum punya tambatan hati sama sekali biasanya jawabannya ingin jodoh yang serba sempurna contoh: maunya jodoh yang shaleh, tampan, mapan, hafalan al-Qur’an sekian juz, ibadah hariannya bagus, dari keturunan yang baik-baik yang pada intinya ketika masih kosong hati dan pikiran dari keterikatan hati dengan seseorang pada umumnya akan membuat pilihan target jodoh impian yang serba sempurna.
Tapi jika sudah punya tambatan hati, maka jawabannya beda lagi. Jika ditanya tentang jodohnya jawaban akan mengarah pada ciri-ciri pasangannya. Tak peduli lagi tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh “pasangannya” yang jelas maunya sama si dia.
Jawabannya akan berbeda lagi jika kita tanyakan kepada orang yang pernah gagal, gagal menuju pernikahan mungkin orang yang didambakan menikah duluan dengan orang lain atau karena satu sebab lainnya memang tidak bisa menikah dengan bakal pasangannya. Biasanya kalau yang ini jawabannya agak rada pesimis, “semua laki-laki itu sama saja”, “saya tidak percaya lagi dengan laki-laki”, “saya sakit hati dengan laki-laki”, “untuk saat ini tidak mikirin jodoh dulu”, “trauma nanti takut gagal lagi”.
Tapi jika usia sudah mulai lanjut, teman-teman sudah punya momongan, keluarga dan saudara sudah mulai bertanya “kapan menikah”, maka jawabannya tentang jodoh menjadi lebih simple. “Yang penting islam, shaleh, taat dan mampu membiayai keluarga”.
Ya, kurang lebih begitulah jawaban umum jika ditanya tentang jodoh ke beberapa orang, masing-masing orang tentu punya persepsi dan definisi sendiri tentang jodohnya. Ada yang optimis dengan jodohnya, ada yang subjektif dalam memberikan penilaian, ada yang pesimis dan ada juga yang sangat sederhana dan simple. Semua tentu bergantung pada pengalaman masa lalu, kondisi saat ini dan tentang bagaimana pengetahuannya terhadap jodoh.
Banyak orang yang galau tentang jodohnya, tak sedikit yang khawatir salah pilih atau malah tidak ada yang memilih sehingga memilih jalan maksiat pacaran sebagai ikhtiar untuk mendapatkan jodohnya. ~Bahkan ada sebagian kaum muslim yang mengambil langkah pintas yang salah kaprah, mereka pacaran atau bertunangan, padahal jangankan mendapat solusi yang ada malah menambah masalah sehingga memandang pesimis perkara perjodohan~. Di lain pihak ada juga yang semakin hari semakin gelisah karena Allah belum pertemukan ia dengan jodohnya sementara usia makin hari makin bertambah.
Kenapa banyak yang gelisah dan galau ketika berbicara jodoh? karena kebanyakan diantara kita memaksakan definisi dan persepsi pribadi kita tentang jodoh, mengikuti “ego” yang bahkan sudah bercampur dengan nafsu syahwat dalam menentukan jodoh kita. Jodoh memang misteri, tidak ada yang tahu tentang siapa jodoh kita, namun kabar baiknya Allah sudah kasih sedikit bocoran tentang jodoh kita yang mana jika hal ini kita jadikan sebagai acuan tentu akan menjadi solusi utama kegalauan dan kegelisahan kita.
Allah membocorkan Rahasia tentang jodoh di dalam QS. an-Nur : 26,

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik
Pada ayat di atas Allah ุชุนุงู„ู‰ jelaskan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue” kalau jodoh itu adalah cerminan diri kita, ia sebagaimana diri kita. Jika kita shaleh, taat, suka membaca al-Qur’an, baik akhlak dan perilakunya ุฅู† ุดุขุกุงู„ู„ู‡, Allah ุชุนุงู„ู‰ akan pertemukan juga dengan orang yang seperti itu.
Setelah mengetahui ini, tentu kita sama-sama memahami, meyakini dan tentu juga mengamalkannya. Diharapkan setelah mengetahui hal ini bisa mengubah persepsi kita dalam memahami jodoh, yang pada mulanya mungkin fokus “pada siapa” jodohnya menjadi fokus “bagaimana pribadi saya” agar mendapatkan jodoh sesuai impian dan harapan saya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s