Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 2

Disunting Oleh: Niken Handini
Di-copas Dari: SharingmateriIPC/183


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 2
(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Perbuatan dosa memiliki pengaruh bahaya bagi hati dan tubuh baik di dunia maupun akhirat yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Apa yang menyebabkan iblis diusir dari kerajaan langit serta dilaknat oleh Allah?
Apa yang menyebabkan Fir’aun & kaumnya tenggelam di laut? 
Apa yang menyebabkan Qarun beserta hartanya dibenamkan?

Hal-hal tersebut disebabkan oleh dosa yang terakumulasi hingga membutakan hati. Hati menjadi tertutup seperti berkarat karena maksiat dan kemudian karat tersebut menebal hingga berubah menjadi gembok dan tutupnya. 

Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Rabb-mu amat cepat siksa-Nya & sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al A’raf:167)

❤💔 Faktor Penyakit Hati dan Racunnya yang Berbahaya ❤💔

1. Bicara Berlebihan
Barangsiapa menanam kebaikan yang berupa ucapan ataupun perbuatan, maka akan menuai kemuliaan. Barangsiapa menyemai kejelekan dari perkataan maupun perbuatan, maka akan menuai penyesalan.

Uqbah bin Amir berkata, “Aku pernah bertanya, Ya Rasulullah, apa keselamatan itu?” Beliau menjawab, “Jagalah lisanmu.” (HR. At Tirmidzi)

Beliau juga bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Diam memiliki keutamaan yang besar karena banyaknya penyakit lisan seperti :

1. Bicara tidak berguna

2. Ghibah

3. Mengadu domba

4. Berlebihan dalam memberi pujian
2. Memandang Secara Berlebihan

Melepaskan pandangan terhadap sesuatu dengan sepenuh mata dan melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur:30)

Mata adalah sarana untuk menjaga & memelihara kemaluan. Mata adalah pintu gerbang menuju hati & jalan indera yang paling luas jangkauannya. Karena itulah banyak yang tergelincir karena mata dan wajib memperingatkan tentangnya.

Bahaya pandangan yang berlebihan:

1. Maksiat

2. Menjauhkan hati dari Allah SWT

3. Melemahkan, menggelapkan serta mengeraskan hati dan menyumbat pintu ilmu

4. Mempersilahkan setan masuk ke dalam hati

5. Lalai, menuruti hawa nafsu dan menjadi tawanan syahwat
3. Berlebihan dalam Bergaul
Mengakibatkan kerugian di dunia & akhirat karena dapat menyemai permusuhan dan dendam.
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf:67)
Bergaulah sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya memilah manusia menjadi 4 macam :

1. Bergaul seperti membutuhkan makanan setiap hari. Bila kebutuhan telah tercukupi, ia meninggalkan pergaulan tersebut. Dan saat ia butuh ia akan kembali.

2. Bergaul seperti membutuhkan obat ketika sakit kemudian setelah sehat tidak perlu lagi meminumnya. 

Misalnya demi kemashlahatan hidup dan memenuhi apa yang diperlukan, seperti konsultasi dan berobat.

3. Bergaul seperti penyakit.

Ini adalah orang-orang yang tidak menguntungkan baik dalam segi agama maupun dunia.

4. Bergaul dengan orang yang menyebabkan kerusakan. Mereka menghalangi dan membelokkan jalan Allah, mengubah sunnah menjadi bid’ah dan sebaliknya, yang ma’ruf menjadi mungkar dan sebaliknya.
4. Makan Berlebihan
Hal yang paling membinasakan anak Adam adalah syahwat perut karena itulah yang menyebabkan Adam dan Hawa terusir dari surga menuju dunia.
Orang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW menganjurkan sedikit makan dan merasa cukup dengan sebagian makanan agar menyisakan lainnya (untuk orang lain).

Sebaik-baik yang dimakan mukmin ialah dalam sepertiga perutnya, minuman dalam sepertiga dan sepertiga lainnya untuk nafas.

Barangsiapa mampu mengatur perutnya, berarti ia mampu mengatur agamanya. Barangsiapa menguasai laparnya, ia memiliki akhlak yang baik. 

Sesungguhnya kemaksiatan itu jauh dari orang lapar dan dekat dengan orang kenyang, karena faedah lapar bisa mengalahkan syahwat untuk berbuat maksiat dan menguasai hawa nafsu yang mengajak pada kejelekan.

Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, jika lambung penuh dengan makanan, maka pikiran akan tidur, hikmah akan bisu dan semua anggota tubuh berhenti dari aktivitas ibadah.”
5. Tidur Berlebihan
Bisa mematikan hati, menjadikan badan berat, menyia-nyiakan waktu serta sering lalai dan malas.

Tidur pada awal malam lebih bermanfaat daripada akhir malam. Pada pertengahan siang lebih bermanfaat daripada pagi dan sore hari. 

Tidur antara waktu subuh dan terbitnya matahari makruh hukumnya sebab itu adalah waktu turunnya rezeki, memperoleh bagian dan tersebarnya berkah.

Banyak tidur itu menyia-nyiakan umur, melewatkan shalat tahajud, membuat bodoh tabiat dan mengeraskan hati. Usia adalah mutiara paling berharga dan merupakan modal utama untuk seorang pedagang.

Hanya dengan keseimbangan, alam dapat berjalan dengan baik. Barangsiapa berpegang teguh maka ia telah mengambil bagian dari banyak kebaikan dan hanya Allah tempat kita memohon pertolongan.

6. Penyakit Riya’

Riya’ adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan memperlihatkan perilaku yang baik.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’.” (QS. Al-Ma’un:4-6)

Rasulullah SAW bersabda, 

“Sesungguhnya perkara yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’, saat memberi balasan amal perbuatan kepada para hamba pada hari kiamat Allah berfirman, “Wahai manusia yang suka riya’, datangilah orang-orang yang engkau pameri ibadah kalian, lihatlah apakah engkau akan mendapat pahala dari mereka.”

(HR. Ahmad)
Hakikat Riya’

1. Riya’ dalam masalah agama

2. Riya’ dengan sikap dan pakaian

3. Riya’ perkataan

4. Riya’ perbuatan

5. Riya’ banyak teman dan tamu

Tujuan riya’ :

1. Maksiat

2. Memperoleh keuntungan duniawi

3. Takut jika orang lain merendahkannya, tidak dianggap istimewa

Obat dan terapi riya’:

1. Memutus akar dan sumbernya.

Perasaan senang dipuji, menghindari kepedihan celaan dan ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain (iri).

2. Menyingkirkan apa yang tumbuh dalam hati di sela-sela ibadah.

3. Ikhlas.

7. Penyakit Sombong
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl:23)

Rasulullah SAW bersabda, 

Pada hari kiamat Allah tidak akan melihat (dengan pandangan rahmat) kepada seseorang yang memanjangkan sarungnya (melebihi mata kaki) karena sombong.” (HR. Al-Bukhari)

Hal-hal yang disombongkan :

1. Ilmu

2. Kedudukan dan nasab

3. Harta

4. Pengikut, pendukung dan teman pergaulan

Obat sifat sombong :

1. Memotong pohon di tempat tumbuhnya, di dalam hati.

2. Mencegah hal-hal yang membuat sombong.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s