Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 1

Disunting oleh: Niken Handini

Di-copas dari: SharingmateriIPC/180


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 1

(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Salah satu faktor kebaikan yang paling agung dunia & akhirat adalah mematuhi syariat Allah SWT dengan memperhatikan hal-hal yang membersihkan jiwa &  melembutkan hati. 

💗 Hati hanya akan merasa tenang dengan zikir & menaati Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

(Yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d:28)

💗 Jalan meraih kebahagiaan adalah dengan memperhatikan, memperbaiki & mengobati penyakit-penyakit hati supaya selalu menaati Rabb-nya. Orang yang beruntung adalah orang yang mendapat pertolongan Allah dan orang yang hina adalah orang yang terhalang dari pertolongan & petunjuk-Nya.
💖 Manfaat penyucian jiwa:
1. Memperbaiki hati

Hati yang baik akan mudah menyerap ilmu sebagaimana tanah yang subur akan mudah ditanami.
2. Memperbarui taubat kepada Allah setiap pagi & sore

Sebagian ulama salaf mengatakan, “barangsiapa yang tidak bertaubat pada pagi & sore, ia termasuk orang-orang yang zalim.

Allah berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat:11)
3. Penuntut ilmu tidak patah semangat terhadap cobaan yang menimpanya.

Seperti orang yang cerdas & giat menuntut ilmu syar’i, karena keistimewaannya ini bisa menjadikannya sombong/riya sehingga dia celaka.

Maka dengan penyucian jiwa, dapat melatih/menjaga sifat rendah hati orang yang berilmu.
💝 Pembagian jenis hati :
1. Hati yang sehat

Hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah & larangan Allah, serta setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan firman-Nya.

Amal perbuatannya ikhlas karena Allah. Jika cinta, cintanya karena Allah. Bila benci, bencinya karena Allah. Bila memberi, memberinya karena Allah. Dan bila tidak memberi, hal itu juga karena Allah.

Tidak pernah tunduk & berhukum kepada orang yang memusuhi Rasulullah SAW. Hati terikat kuat untuk mengikuti Allah semata & tidak mengikuti seorang pun baik perkataan maupun perbuatan.

Orang-orang yang akan selamat pada hari kiamat adalah orang-orang yang memiliki hati yang sehat, sebagaimana firman Allah :

(Yaitu) pada hari harta & anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat.” (Asy-Syu’ara:88-89)
2. Hati yang mati

Hati yang di dalamnya tidak ada kehidupan. Tidak mengetahui Rabb-Nya sehingga tidak menyembah-Nya sesuai perintah, tidak mencintai apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Bila cinta, cintanya karena hawa nafsunya. Bila marah, marahnya karena nafsunya. Bila memberi, memberi karena nafsunya. Sedangkan bila tidak memberi, itu juga karena nafsunya.

Nafsu lebih berpengaruh daripada ridha Rabb-Nya. Pemimpinnya adalah nafsu, pengendalinya adalah syahwat, supirnya adalah kebodohan & kendaraannya adalah lalai. 

Tujuan duniawi membuatnya tenggelam, sedangkan nafsu & cinta dunia membuatnya mabuk kepayang.
3. Hati yang sakit

Hati yang hidup tapi terjangkit penyakit. Terkadang condong kepada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan.

Dalam hatinya ada cinta, iman, ikhlas & tawakal kepada Allah, itulah yang menyebabkan hidup. Namun di dalamnya ada juga cinta & pengutamaan terhadap syahwat, serta memiliki hasrat yang kuat untuk meraihnya.

Suka menjadi pemimpin karena kagum pada diri sendiri, sombong, iri & membuat kerusakan di bumi. Inilah yang menyebabkan hatinya rusak & hancur.
💔 Segala penyakit hati terhimpun dalam penyakit syahwat yang dijelaskan dalam firman Allah, “…Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit hatinya…” (Al-Ahzab:32) 

Dan syubhat, sebagaimana firman Allah, “Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya…” (Al-Baqarah:10)
📖 Obat dari jenis penyakit ini adalah Al-Qur’an karena mengandung bukti-bukti meyakinkan yang menjelaskan antara yang haq dan batil. Barangsiapa yang dianugerahi pemahaman dan pengetahuan Allah, ia akan mampu melihat yang haq dan yang batil secara jelas dengan mata hatinya, seperti melihat siang & malam.

📖 Al-Qur’an adalah penghapus penyakit sehingga hati akan menjadi baik & akan baik pula keinginannya, serta akan kembali ke fitrahnya.

Sesuai dengan firman Allah, 

Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar & rahmat bagi orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al-Isra:82)

Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada & petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.“_ (Yunus:57)

💖 Hati yang sehat akan senang melihat hal yang bermanfaat di dunia & akhirat dan membenci hal-hal yang membahayakannya.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Advertisements

2 thoughts on “Tazkiyyatun Nafs Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s