Posted in Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 2

Disunting Oleh: Niken Handini
Di-copas Dari: SharingmateriIPC/183


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 2
(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Perbuatan dosa memiliki pengaruh bahaya bagi hati dan tubuh baik di dunia maupun akhirat yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Apa yang menyebabkan iblis diusir dari kerajaan langit serta dilaknat oleh Allah?
Apa yang menyebabkan Fir’aun & kaumnya tenggelam di laut? 
Apa yang menyebabkan Qarun beserta hartanya dibenamkan?

Hal-hal tersebut disebabkan oleh dosa yang terakumulasi hingga membutakan hati. Hati menjadi tertutup seperti berkarat karena maksiat dan kemudian karat tersebut menebal hingga berubah menjadi gembok dan tutupnya. 

Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Rabb-mu amat cepat siksa-Nya & sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al A’raf:167)

❤💔 Faktor Penyakit Hati dan Racunnya yang Berbahaya ❤💔

1. Bicara Berlebihan
Barangsiapa menanam kebaikan yang berupa ucapan ataupun perbuatan, maka akan menuai kemuliaan. Barangsiapa menyemai kejelekan dari perkataan maupun perbuatan, maka akan menuai penyesalan.

Uqbah bin Amir berkata, “Aku pernah bertanya, Ya Rasulullah, apa keselamatan itu?” Beliau menjawab, “Jagalah lisanmu.” (HR. At Tirmidzi)

Beliau juga bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Diam memiliki keutamaan yang besar karena banyaknya penyakit lisan seperti :

1. Bicara tidak berguna

2. Ghibah

3. Mengadu domba

4. Berlebihan dalam memberi pujian
2. Memandang Secara Berlebihan

Melepaskan pandangan terhadap sesuatu dengan sepenuh mata dan melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur:30)

Mata adalah sarana untuk menjaga & memelihara kemaluan. Mata adalah pintu gerbang menuju hati & jalan indera yang paling luas jangkauannya. Karena itulah banyak yang tergelincir karena mata dan wajib memperingatkan tentangnya.

Bahaya pandangan yang berlebihan:

1. Maksiat

2. Menjauhkan hati dari Allah SWT

3. Melemahkan, menggelapkan serta mengeraskan hati dan menyumbat pintu ilmu

4. Mempersilahkan setan masuk ke dalam hati

5. Lalai, menuruti hawa nafsu dan menjadi tawanan syahwat
3. Berlebihan dalam Bergaul
Mengakibatkan kerugian di dunia & akhirat karena dapat menyemai permusuhan dan dendam.
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf:67)
Bergaulah sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya memilah manusia menjadi 4 macam :

1. Bergaul seperti membutuhkan makanan setiap hari. Bila kebutuhan telah tercukupi, ia meninggalkan pergaulan tersebut. Dan saat ia butuh ia akan kembali.

2. Bergaul seperti membutuhkan obat ketika sakit kemudian setelah sehat tidak perlu lagi meminumnya. 

Misalnya demi kemashlahatan hidup dan memenuhi apa yang diperlukan, seperti konsultasi dan berobat.

3. Bergaul seperti penyakit.

Ini adalah orang-orang yang tidak menguntungkan baik dalam segi agama maupun dunia.

4. Bergaul dengan orang yang menyebabkan kerusakan. Mereka menghalangi dan membelokkan jalan Allah, mengubah sunnah menjadi bid’ah dan sebaliknya, yang ma’ruf menjadi mungkar dan sebaliknya.
4. Makan Berlebihan
Hal yang paling membinasakan anak Adam adalah syahwat perut karena itulah yang menyebabkan Adam dan Hawa terusir dari surga menuju dunia.
Orang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW menganjurkan sedikit makan dan merasa cukup dengan sebagian makanan agar menyisakan lainnya (untuk orang lain).

Sebaik-baik yang dimakan mukmin ialah dalam sepertiga perutnya, minuman dalam sepertiga dan sepertiga lainnya untuk nafas.

Barangsiapa mampu mengatur perutnya, berarti ia mampu mengatur agamanya. Barangsiapa menguasai laparnya, ia memiliki akhlak yang baik. 

Sesungguhnya kemaksiatan itu jauh dari orang lapar dan dekat dengan orang kenyang, karena faedah lapar bisa mengalahkan syahwat untuk berbuat maksiat dan menguasai hawa nafsu yang mengajak pada kejelekan.

Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, jika lambung penuh dengan makanan, maka pikiran akan tidur, hikmah akan bisu dan semua anggota tubuh berhenti dari aktivitas ibadah.”
5. Tidur Berlebihan
Bisa mematikan hati, menjadikan badan berat, menyia-nyiakan waktu serta sering lalai dan malas.

Tidur pada awal malam lebih bermanfaat daripada akhir malam. Pada pertengahan siang lebih bermanfaat daripada pagi dan sore hari. 

Tidur antara waktu subuh dan terbitnya matahari makruh hukumnya sebab itu adalah waktu turunnya rezeki, memperoleh bagian dan tersebarnya berkah.

Banyak tidur itu menyia-nyiakan umur, melewatkan shalat tahajud, membuat bodoh tabiat dan mengeraskan hati. Usia adalah mutiara paling berharga dan merupakan modal utama untuk seorang pedagang.

Hanya dengan keseimbangan, alam dapat berjalan dengan baik. Barangsiapa berpegang teguh maka ia telah mengambil bagian dari banyak kebaikan dan hanya Allah tempat kita memohon pertolongan.

6. Penyakit Riya’

Riya’ adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan memperlihatkan perilaku yang baik.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’.” (QS. Al-Ma’un:4-6)

Rasulullah SAW bersabda, 

“Sesungguhnya perkara yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’, saat memberi balasan amal perbuatan kepada para hamba pada hari kiamat Allah berfirman, “Wahai manusia yang suka riya’, datangilah orang-orang yang engkau pameri ibadah kalian, lihatlah apakah engkau akan mendapat pahala dari mereka.”

(HR. Ahmad)
Hakikat Riya’

1. Riya’ dalam masalah agama

2. Riya’ dengan sikap dan pakaian

3. Riya’ perkataan

4. Riya’ perbuatan

5. Riya’ banyak teman dan tamu

Tujuan riya’ :

1. Maksiat

2. Memperoleh keuntungan duniawi

3. Takut jika orang lain merendahkannya, tidak dianggap istimewa

Obat dan terapi riya’:

1. Memutus akar dan sumbernya.

Perasaan senang dipuji, menghindari kepedihan celaan dan ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain (iri).

2. Menyingkirkan apa yang tumbuh dalam hati di sela-sela ibadah.

3. Ikhlas.

7. Penyakit Sombong
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl:23)

Rasulullah SAW bersabda, 

Pada hari kiamat Allah tidak akan melihat (dengan pandangan rahmat) kepada seseorang yang memanjangkan sarungnya (melebihi mata kaki) karena sombong.” (HR. Al-Bukhari)

Hal-hal yang disombongkan :

1. Ilmu

2. Kedudukan dan nasab

3. Harta

4. Pengikut, pendukung dan teman pergaulan

Obat sifat sombong :

1. Memotong pohon di tempat tumbuhnya, di dalam hati.

2. Mencegah hal-hal yang membuat sombong.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Advertisements
Posted in Bagai Udara

Tazkiyyatun Nafs Part 1

Disunting oleh: Niken Handini

Di-copas dari: SharingmateriIPC/180


Penyucian Jiwa dalam Islam – Part 1

(oleh: Dr. Ahmad Farid)

Salah satu faktor kebaikan yang paling agung dunia & akhirat adalah mematuhi syariat Allah SWT dengan memperhatikan hal-hal yang membersihkan jiwa &  melembutkan hati. 

💗 Hati hanya akan merasa tenang dengan zikir & menaati Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

(Yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d:28)

💗 Jalan meraih kebahagiaan adalah dengan memperhatikan, memperbaiki & mengobati penyakit-penyakit hati supaya selalu menaati Rabb-nya. Orang yang beruntung adalah orang yang mendapat pertolongan Allah dan orang yang hina adalah orang yang terhalang dari pertolongan & petunjuk-Nya.
💖 Manfaat penyucian jiwa:
1. Memperbaiki hati

Hati yang baik akan mudah menyerap ilmu sebagaimana tanah yang subur akan mudah ditanami.
2. Memperbarui taubat kepada Allah setiap pagi & sore

Sebagian ulama salaf mengatakan, “barangsiapa yang tidak bertaubat pada pagi & sore, ia termasuk orang-orang yang zalim.

Allah berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat:11)
3. Penuntut ilmu tidak patah semangat terhadap cobaan yang menimpanya.

Seperti orang yang cerdas & giat menuntut ilmu syar’i, karena keistimewaannya ini bisa menjadikannya sombong/riya sehingga dia celaka.

Maka dengan penyucian jiwa, dapat melatih/menjaga sifat rendah hati orang yang berilmu.
💝 Pembagian jenis hati :
1. Hati yang sehat

Hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah & larangan Allah, serta setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan firman-Nya.

Amal perbuatannya ikhlas karena Allah. Jika cinta, cintanya karena Allah. Bila benci, bencinya karena Allah. Bila memberi, memberinya karena Allah. Dan bila tidak memberi, hal itu juga karena Allah.

Tidak pernah tunduk & berhukum kepada orang yang memusuhi Rasulullah SAW. Hati terikat kuat untuk mengikuti Allah semata & tidak mengikuti seorang pun baik perkataan maupun perbuatan.

Orang-orang yang akan selamat pada hari kiamat adalah orang-orang yang memiliki hati yang sehat, sebagaimana firman Allah :

(Yaitu) pada hari harta & anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat.” (Asy-Syu’ara:88-89)
2. Hati yang mati

Hati yang di dalamnya tidak ada kehidupan. Tidak mengetahui Rabb-Nya sehingga tidak menyembah-Nya sesuai perintah, tidak mencintai apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Bila cinta, cintanya karena hawa nafsunya. Bila marah, marahnya karena nafsunya. Bila memberi, memberi karena nafsunya. Sedangkan bila tidak memberi, itu juga karena nafsunya.

Nafsu lebih berpengaruh daripada ridha Rabb-Nya. Pemimpinnya adalah nafsu, pengendalinya adalah syahwat, supirnya adalah kebodohan & kendaraannya adalah lalai. 

Tujuan duniawi membuatnya tenggelam, sedangkan nafsu & cinta dunia membuatnya mabuk kepayang.
3. Hati yang sakit

Hati yang hidup tapi terjangkit penyakit. Terkadang condong kepada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan.

Dalam hatinya ada cinta, iman, ikhlas & tawakal kepada Allah, itulah yang menyebabkan hidup. Namun di dalamnya ada juga cinta & pengutamaan terhadap syahwat, serta memiliki hasrat yang kuat untuk meraihnya.

Suka menjadi pemimpin karena kagum pada diri sendiri, sombong, iri & membuat kerusakan di bumi. Inilah yang menyebabkan hatinya rusak & hancur.
💔 Segala penyakit hati terhimpun dalam penyakit syahwat yang dijelaskan dalam firman Allah, “…Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit hatinya…” (Al-Ahzab:32) 

Dan syubhat, sebagaimana firman Allah, “Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya…” (Al-Baqarah:10)
📖 Obat dari jenis penyakit ini adalah Al-Qur’an karena mengandung bukti-bukti meyakinkan yang menjelaskan antara yang haq dan batil. Barangsiapa yang dianugerahi pemahaman dan pengetahuan Allah, ia akan mampu melihat yang haq dan yang batil secara jelas dengan mata hatinya, seperti melihat siang & malam.

📖 Al-Qur’an adalah penghapus penyakit sehingga hati akan menjadi baik & akan baik pula keinginannya, serta akan kembali ke fitrahnya.

Sesuai dengan firman Allah, 

Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar & rahmat bagi orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al-Isra:82)

Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada & petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.“_ (Yunus:57)

💖 Hati yang sehat akan senang melihat hal yang bermanfaat di dunia & akhirat dan membenci hal-hal yang membahayakannya.

〰〰〰〰〰〰〰〰💖
©Sumber:

📖 Dr. Ahmad Farid, Tazkiyyatun Nafs Penyucian Jiwa dalam Islam, Ummul Qura, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🕌 Islamic Parenting Community 🕌 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞
📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
📷 Instagram: @islamicparenting 
🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰
@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Posted in Seri Cinta Terpendam

Bersama Angin

​​Sore itu, cuaca tidak mendung tidak pula cerah. Mungkin pembawa acara ramalan cuaca akan menyebutnya cerah berawan. Angin yang juga bertiup sepoi-sepoi membuat suasana menjadi sejuk.
Gadis itu memakai jaket hitam dan mendengarkan musik lewat earphone-nya. Ia sedang dalam perjalanan pulang menaiki angkot. ~Kamu yang kutunggu…~ Itulah lagu yang sedang didengarnya. Lagu yang sesuai dengan isi hatinya. Ia yang sedang menunggu seseorang. Ia harap seseorang yang ia tunggu itu bisa duduk tepat di sebelahnya. Ya, di dalam angkot.

Namanya Ani. Gadis berusia 22 tahun itu kini sedang duduk manis dalam angkot yang sedang ngetem*.

*ngetem= berhenti menunggu penumpang


“Pak sopir, tolong cepatlah.. Bisa-bisa nanti saya nggak ketemu sama dia.” Gelisah Ani dalam hati.
Waktu sudah semakin sore. Akhirnya sopir angkot yang sedari tadi mengobrol dengan sopir lain di luar, masuk ke mobil. Tak lama kemudian angkot pun melaju.


“Alhamdulillah…” dalam hati Ani bersyukur.

Masih sambil mendengarkan lagu, Ani menikmati perjalanannya dengan tenang dan sabar. Tak lama ada seorang pria menghentikan angkot yang ditumpanginya. Pria itu pun duduk di sebelah Ani karena memang kosong dan di tempat lain sudah penuh. Namun Ani masih berharap seseorang yang ditunggunya bisa duduk tepat di sebelahnya.

Roda angkot berputar kian melambat. Jalanan kota di sore hari padat merayap. Ramai dengan orang-orang yang pulang kerja. Hati Ani semakin gusar dan berdetak tak menentu. Angkot yang ditumpanginya berjalan mendekati jembatan itu. Jembatan tempat ‘dia’ menunggu.


“Apakah dia menunggu disitu? Apakah aku bisa melihatnya berdiri disana? Apakah dia bisa duduk di sampingku?
Begitu banyak pertanyaan dalam benaknya. Enam puluh detik kemudian angkotnya telah melewati jembatan dan Ani dapati dia tidak ada disana.


“Aduh dia nggak ada…” Sedikit rasa kecewa hadir di hatinya.
Angkot terus berjalan. Lalu lintas sudah lancar. Kini angkot sudah berjalan dengan cepat. Seolah kemacetan tadi hadir hanya untuk mendukung suasana menegangkan yang Ani rasakan. Ani pun membuka jendela di sampingnya. Membiarkan udara bergerak masuk ke dalam. Ani merasakan sejuknya angin itu.

Lalu Ani melihat pemandangan ke luar jendela. Langit biru yang begitu luas dan indah menyejukkan hatinya. Bibirnya pun tersenyum dan berkata dalam hati,

“Bersama angin, kulepaskan perasaanku. Biarkan waktu yang menjawab apakah jodohku itu kamu.”

Rasa penasaran Ani telah terjawab. Gadis itu pun memutuskan untuk melepaskan perasaannya terbang bersama angin. Kini hatinya telah lega. Setidaknya pertanyaan-pertanyaan kecil yang tadi mengganggu pikirannya telah terjawab. Kini biarkan waktu yang menjawab pertanyaan besar gadis itu.

Fatmaratri, 16/12/16

Posted in Sepenggal Kisah Aksi Bela Al-Quran

Pengalaman 212

Sumber: (copas share dari Grup WA)

Begitu Ustadz Arifin Ilham naik panggung, beliau membuka dengan Allah Allah Allah.. Udah mulai mbrebes (nangis-red), beliau lanjutkan dzikir dan doa.. hampir semua nangis sesenggukan. Mendoakan negeri, mendoakan bangsa, mendoakan pemimpin, mohon ampun pada Yang Maha Kuasa. Inget dosa.

Kemudian Ustadz HNW, tausyiah beliau tentang nasionalisme.. Manggut-manggut.
Lanjut Syekh Ali Jaber baca 12 ayat pertama Al Kahf, adeemmmmm hati rasanya.
Next Habib Abdurrahman Segaf dari NuMus pimpin baca Allahummarhamna bil Qur’an. Nangis lagi.. Betapa jauh hati ini dari Al Qur’an ya Rabb, mungkin ini mengapa Engkau kumpulkan kami di sini, untuk mengingatkan kami agar kami kembali pada kalam-kalam-Mu. faghfirli ya Rabb.
Ini nih gongnya, Ustadz Bachtiar Nasir.. Cetarrrr badai membahana orasi beliau. Iman booster, pemantik ghirah dalam dada yang kian menyala-nyala. Masya Allah, izinkan aku selalu menjadi makmummu ustadz ❤
Lalu Aa’ Gym, seperti biasa, beliau menyejukkan dan lucu. Menggoda Bapak Kapolri, mengajak kami berkhayal.. Bagaimana jika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hadir saat ini bersama kita di sini. Mau bilang apa? Nangis lagi.
Percaya atau nggak, kira-kira tiap setengah jam Malaikat Mikail ngasih gerimis kecil, durasinya kurang lebih 5 menit setelah itu sejuk lagi, awan menggantung seakan memayungi kami, angin sepoi-sepoi. Kalau pas umroh/haji, ada petugas khusus menyemprotkan air biar jamaah gak pengsan kepanasan, di Monas.. Allah tugaskan Malaikat langsung. Subhanallah
Menjelang shalat dzuhur, hujan mulai besar.. yang di atas panggung bilang; “Allah kirimkan hujan supaya Bapak Ibu gak repot antri wudhu” bener jugak! Maka banyak yang wudhu dengan air hujan. Air suci, sah! Dan hujan nggak berhenti sampai selesai shalat dzuhur, baru kali ini seumur-umur shalat sembari diguyur hujan. Indah luar biasa, nggak pernah nemuin sensasi sedamai ini. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? 
Saat hujan adalah saat mustajab dalam berdoa, hari Jumat adalah hari mustajab untuk berdoa. Energi doa jutaan orang pada saat hujan di hari Jumat. Imagine that, so powerful! 
Pulang  jalan kaki dari Monas, padettt.. Katanya persis seperti hari Arafah, atau kalo keluar Masjidil Haraam saat peak season. Bedanya, sodara-sodara setanah air ini sabar-sabar, nggak dorong-dorongan, ukuran badan relatif sama (kecuali badanku yang imut). Bayangkan kalo di Mekkah kedorong saudara-saudara dari Afrika atau Arab bongsor *pingsan*
Tiap mau ngeluh capek, inget sodara-sodara yang jalan kaki dari Ciamis. Nggak jadi deh, mending sumpel aja nih mulut pake arem-arem….
Makanan dan minuman melimpah ruah di sepanjang jalan. Al Maidah itu artinya hidangan. Kami dikumpulkan karena Al Maidah 51, pun Allah limpahkan al Maidah al Maidah melalui para donatur di sepanjang jalan. Segala Puji dan Syukur hanya untuk Engkau ya Allah.
Yang kumpulin sampah nggak berhenti berkeliling, begitupun tim dokter.. Keliling memastikan kalau kami baik-baik saja. Hebatnya, mereka anak-anak muda yang sukarela dengan wajah cerah ceria. Bangga sekali dengan anak-anak muda ini. Makin optimis dengan masa depan muslim Indonesia. Nggak nyangka wanita karir mau aja keliling ngumpulin sampah.
Demikian catatan kecil ku karena 411 kemarin nggak bisa ikut dan nyesel, padahal indah banget. Terserah kalo mau bilang riya’, cuma mau berbagi kebahagiaan indahnya berkumpul dengan jutaan saudara sebangsa setanah air sambil mendoakan negeri ini dan memohon ampunan atas segala salah yang kami perbuat.
Alhamdulillah.. One of my best day selama numpang hidup di bumi Allah 
Allahu Akbar!!!

Posted in Seri Cinta Terpendam

Catatan Malam

By Kinza

7/3/16


Merindukan, jelas saat ini saya rasakan..

Rasanya menjadi munafik, jika tidak mengakui rindu..

Saya pikir saya bisa, saya pikir saya siap..

Tapi nyatanya.. Sang rindu pun kembali menyapa, setelah sekian lama..

He. Lucu rasanya perasaan ini

Melihat anda, mendengar tawa anda adalah hal yang saya inginkan..

Siapa yang sangka, dengan mendengar tawa seseorang saja..

Dapat mengerti.. Setidaknya anda bahagia

Ahh.. Rasanya perjuangan ini menjadi sia-sia

Anda datang dua kali ke dalam mimpi saya..

Mengapa anda hadir?

Karena Anda yang rindu atau karena saya yang rindu? Yang membuat alam bawah sadar saya otomatis menghadirkan anda.. Entahlah~

Malam ini, apa anda akan datang kembali dalam mimpi saya? Terserah anda…

Posted in Sepenggal Kisah Aksi Bela Al-Quran

Cuaca 212

​by Afwan Riyadi Widiyanto
Saya ceritakan sedikit ya.. Bagaimana cuaca yang -subhanallah wa Allahu akbar- begitu indahnya tadi pagi di Monas & sekitarnya..

Sepanjang jutaan kaum Muslimin datang, cuaca amaaaaat sejuk. Anda bisa bayangkan, dari jam 6 hingga jam 11 siang, tak pernah sekalipun panas terik matahari menyengat kami. Di satu sisi, tak ada pula hujan deras yang berpotensi membubarkan barisan kami semua. Tidak ada. Yang ada hanyalah sedikit gerimis yang amat haluuus, jatuh ke wajah kami seperti sapuan lembut yang tidak membasahi. Hanyalah membuat kami menjadi lebih segar.

Lalu saat dikumandangkan adzan pertama untuk Shalat Jumat …. Subhanallah … Allah turunkan hujan. Tidak lebat -Demi ALLAH- tapi cukup untuk kami semua berwudhu.

Anda tahu, kami semua terpaku di tempat duduk masing-masing. Amat sulit bagi kami jika tak mempunya wudhu, harus bergerak menuju tempat wudhu karena begitu padatnya manusia. Dan ALLAH .. tiba-tiba menyediakannya … Sungguh, saat itu hati saya tergetar hebat .. Ya ALLAH .. Akankah ini bentuk Ridha-MU atas aksi kami ini? .. Amiiin Ya ALLAH ..

Lalu sesaat adzan kedua berkumandang, hujan reda. Berganti dengan gerimis kecil yang sedikit membasahi kami; tapi tak cukup untuk membubarkan barisan kami. Teringat langsung dengan firman ALLAH dalam QS Al Anfal ayat 11 :

“Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya. dan Allah menurunkan kepada kalian HUJAN dari langit untuk menyucikan kalian dengan hujan itu dan menghilangkan dari kalian gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hati kalian dan memperteguh dengannya telapak kaki (kalian).”

ALLAH .. ALLAH .. ALLAH .. Apakah layak kami-kami semua ini, diberikan kenikmatan sebagaimana ENGKAU pernah berikan kepada para Mujahidin Badar??? Ya ALLAH ….

Selesai shalat, selesai juga gerimis tadi. Badan semua kami basah, tapi tidak kuyup. Saat aksi selesai, kami bergerak keluar Monas sedikit, baju kami sudah kering lagi. Dan sekali lagi, selama perjalanan yang cukup lama ini, awan selalu memayungi, membuat perjalanan kami sejuk, tidak terik sebagaimana jalanan Jakarta sehari – hari ..

Ya ALLAH .. Ridhai-lah Aksi kami tadi .. Berkahilah negeri kami .. Berikan kami Petunjuk-MU .. Kuatkanlah ikatan ukhuwwah kami .. Dan menangkanlah kami dari tipu daya orang-orang kafir ..

Amiiiin