Posted in Uncategorized

Cuma di-Read?

​Entahlah. Aku nggak ngerti kenapa sebagian (besar) orang jarang membalas pesan yang dikirim lewat aplikasi chatting seperti WhatsApp, Line, dsb. Meskipun pesan itu penting, tapi tetap saja tidak dibalas. Entah karena sibuk, lupa, tidak sempat, atau tidak punya kuota internet. Kalau tidak punya kuota sih bisa dimaklumi ya. Tapi kalau pesan itu cuma dibaca tanpa dibalas? Apakah gerangan alasan sebenarnya? Untuk apa ia memiliki aplikasi chatting kalau tak bisa dihubungi? Bagaimana perasaannya jika suatu saat ia dalam keadaan penting dan genting serta butuh bantuan orang lain lalu ia menghubungi orang itu melalui aplikasi chatting namun tidak dibalas? Ah, aku rasa itu lebih menyakitkan daripada cinta bertepuk sebelah tangan. (Loh?)

Memberi dan menerima. Balaslah pesan dari orang lain, ketika sempat. Seseorang mengirimkan pesan tentu dengan harapan mendapatkan balasan darimu.

Fatmaratri Maulani, Rumahku, 28 Mei 2016.

Advertisements

Author:

Seorang ISFJ yang suka membaca dan menulis. Sedang berproses menjadi ATLM Profesional, Penulis dan Muslimah sejati Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s