Posted in Kehidupan Kampus

​UAS ala Poltekkes

Alhamdulillah, UAS yang Insya Allah terakhir kemarin sudah berakhir. UAS terakhir, dalam arti semoga tidak ada mata kuliah yang diremedial (aamiin…) dan juga terakhir di jenjang DIII Analis Kesehatan.
Selama kurang lebih 3 minggu saya dan teman-teman melaksanakan UAS. UAS yang biasanya diawali dengan ujian mata kuliah teori, namun kali ini diawali dengan ujian praktikum-selama 3 hari sebelum pergantian tahun-. Kemudian dilanjutkan lagi selama seminggu setelah tahun baru 2016.

Ujian praktikum sendiri terdiri dari ujian teori dan praktik. Ujian teorinya dilaksanakan dengan metode yang unik. Ada metode ‘ketok-geser’ dan slide. Metode ketok-geser alias tokser begitu teman-teman saya biasa menyebutnya, itu metode yang pasti udah nggak asing deh buat mahasiswa Poltekkes. Khususnya Poltekkes Banten, hihihi. Kenapa sih disebut ketok-geser? Ya karena, ketika meja diketok setiap rentang waktu 1-2 menit, seketika itulah sang mahasiswa peserta ujian harus bergeser ke nomor soal berikutnya. Satu kursi hanya terdapat satu soal. Biasanya waktu yang diberikan untuk mengerjakan satu soalnya itu sangat singkat. Hanya 1 menit, paling lama 5 menit. Menurut saya sih, itu melatih kita untuk tetap tenang dan berpikir jernih walau dalam keadaan underpressure. Kalau tidak tenang, bisa-bisa lupa deh sama yang udah dipelajari dan bingung jawab apa.

Metode ujian teori yang satu lagi yaitu metode slide. Hampir mirip sih dengan metode ketok-geser. Bedanya di metode slide ini peserta ujian tidak perlu bergeser. Dan media yang digunakan adalah slide powerpoint yang berisi satu soal tiap slidenya dan otomatis akan berganti tiap 1-2 menit. Beda dengan metode sebelumnya yang soalnya ditulis di kertas dan ditempel di meja. Lagi-lagi waktu yang diberikan sangat singkat. Kemampuan menulis cepat tapi tetap bisa dibaca sangat diperlukan. 😀 Oia, soalnya bisa berupa pilihan ganda, isian singkat tapi beranak dan juga uraian yang kadang juga beranak.

Kalau ujian praktiknya ya praktikum biasa. Bedanya 1 kelas dibagi beberapa gelombang. 1 gelombang ada 10-15 orang yang tiap orangnya mengerjakan parameter pemeriksaan yang berbeda. Ya walaupun variasinya hanya 3-5 pemeriksaan. Oia, ujian praktik juga disebut ujian aktif sedangkan ujian teorinya ujian pasif.

Ada fenomena yang terjadi saat UAS. Fenomena yang beda banget dibanding hari-hari biasa. Dimana kala UAS, setiap dari kita tiba-tiba berubah menjadi mahasiswa rajin. Rajin membaca, merangkum, menghafal, dsb. Ketika obrolan di kelas, kantin bahkan perjalanan pun berubah menjadi tentang materi ujian. Grup kelas di media sosial pun berisi tentang materi ujian. Dan hanya terjadi saat UAS, kita belajar bersama. Setiap orang berbagi ilmunya ketika belajar bersama. Juga, koridor kampus atau teras musholla yang hampir penuh dengan mahasiswa dari tingkat 1, 2 atau 3 yang sibuk menghafal dan belajar. Fenomena yang akan jadi kenangan indah. 🙂

©Fatma, aula kampus-rumahku, 18 Januari 2016.

Advertisements

Author:

Seorang ISFJ yang suka membaca dan menulis. Sedang berproses menjadi ATLM Profesional, Penulis dan Muslimah sejati Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s