Posted in Kehidupan Kampus

Non Scholae Sed Vitae Discimus

Kuliah tingkat akhir. Terasa berat. Kenapa? Karena aku harus menyusun Karya Tulis Ilmiah/KTI. Sendiri. Mulai dari mencari permasalahan, menyusun Proposal KTI sampai penelitian pun sendiri. Tapi dosen pembimbingku berkata, “Penelitian itu kamu belajar jujur, tanggung jawab, mandiri. Itu.” Kata-kata itu membuat aku semangat lagi, dan menyadari bahwa semua ini bagian dari proses belajar.


Aku sebenarnya tidak sendiri. Teman-teman yang lain juga mengalami proses yang sama denganku. Aku tidak sendiri, ada Allah yang Maha Perkasa yang akan menguatkanku. Aku tidak sendiri, ada orangtua yang selalu mendoakan dan mendukungku.


Setelah tahu kalau semua ini adalah proses belajar, aku jadi tidak takut salah. Aku jadi berani dan lebih siap untuk menghadapinya. Terima. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus melalui semua ini. Dan aku pasti bisa melaluinya dengan baik. Menerima kenyataan, menyiapkan hati dengan segala kemungkinan. Saat aku sudah menerima dan menyiapkan hati, aku jadi lebih siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Semua terasa lebih mudah dan ringan.


Non scholae sed vitae discimus. Kita belajar bukan untuk sekolah, tapi untuk hidup. We do not learn for school, but for life. Itulah kutipan yang aku dapatkan dari salah satu episode “Webtoon Mbok De” yang aku sangat setuju karena aku juga baru meyadarinya. Aku menyadari bahwa makna kuliah adalah sebuah proses belajar, bukan untuk mendapat nilai bagus atau gelar semata. Melainkan belajar untuk hidup dan agar kita menjadi manusia sesungguhnya. Manusia yang lembut tutur katanya, baik sikapnya, bagus karakternya.

Proses kuliah di tingkat akhir janganlah dibawa pusing. Nanti kamu benar-benar jadi pusing. Teringat perkataan guru matematika-ku, “Itu artinya kamu disuruh berpikir praktis walau keadaan kompleks”. Ya, berpikirlah sederhana serumit apapun keadaannya. Think simply. Berharaplah semua ini mudah, dan yakinlah semua akan berjalan dengan mudah. Bukankah Allah sesuai prasangka hamba-Nya?


Untuk adik-adik tingkatku yang sekarang sudah duduk di tingkat akhir, selamat! Langkah kalian tinggal sedikit lagi. Semangat selalu, berdoa dan jangan lupa doakan orang lain. Berikan usaha yang terbaik. Ingatlah orangtuamu, dan orang-orang terdekatmu. Jangan sampai kamu mengecewakan mereka. Bercerminlah, jangan sampai orang yang ada di cermin itu kecewa. Yakinlah, dan katakan pada diri sendiri: AKU PASTI BISA.


Foto ini saya buat setahun yang lalu, 25 Agustus 2015. Saya berdoa dan menyemangati diri sendiri untuk menghadapi semester 5 (tingkat akhir). Masya Allah, Allah memampukan saya dan juga teman-teman untuk berjuang menyelesaikannya. Tepat setahun kemudian, 25 Agustus 2016 saya dan teman-teman resmi diwisuda. Alhamdulillah…


Tangerang, Fatmaratri Maulani 

Tulisan ini mulai ditulis pada 1 April 2016 namun baru selesai pada 27 Agustus 2016.

Advertisements

Author:

Seorang ISFJ yang suka membaca dan menulis. Sedang berproses menjadi ATLM Profesional, Penulis dan Muslimah sejati Insya Allah.

2 thoughts on “Non Scholae Sed Vitae Discimus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s