Posted in Jendela

Kamu Kalah Cepat

By: Ukhty Kecil

“Ok. Ay. Ini yang terakhir untuk kita bersama” Dengan berat Leza mengatakannya. Dan hanya dengan senyuman manis, Aya membalasnya.

Bagi Aya ini tidak memberatkan dirinya. Namun terlihat jelas di wajah Leza yang berat untuk mengambil keputusan. Tetapi keputusan itu yang terbaik untuk dirinya dan tentu keputusan tersebut keputusan dari dirinya sendiri.

Terlihat jelas raut wajah kekecewaan Leza. Kecewa pada dirinya sendiri. Leza tak bisa menyalahkan dirinya ataupun Aya. Wanita yang selama ini bisa dikatakan dekat dengannya.

Aya akui selama beberapa bulan ini, Aya dekat dengan leza. Bersama, jika ada hal yang mendesak pergi jauh yang tak bisa Aya jangkau sendiri. Awalnya Aya selalu berpikir positif. Aya hanya dekat sebagai teman. Tidak lebih dan tidak terpikirkan hal apapun selain itu. Hingga Ayah Aya menanyakan pada Aya, apakah Leza mempunyai perasaan pada Aya?

“Leza, boleh diskusi?” Tanya Aya dengan hati-hati. Aya hanya ingin menanyakan hal yang Ayahnya tanyakan

“Silahkan, ada apa Ay?” yah terkadang Leza memanggilnya dengan sebuatan Ay, ataupun Aya, bisa pula Ya

“Kemarin malam, ada seorang laki-laki yang datang ke rumah Aya, Ia mengajak berproses dengan Aya. Tapi Ayah Aya menanyakan hal lain tentang dirimu. Karena Ayah kira, Aya akan bersama Leza. Mohon maaf Leza. Aya tidak bermaksud lain. Aya hanya menanyakan hal itu, jika nanti Ayah menanyakan, Aya bisa menjawabnya”

“Maaf Aya, jika selama berjalannya waktu ini, Leza menyimpan harapan kepadamu. Tetapi Leza sadar siapa diri Leza. Semoga laki-laki beruntung tersebut, yang terbaik untukmu. Jika boleh bertanya, siapa laki-laki tersebut?”

“Maaf Aya belum bisa memberitahukan kepadamu.”

Advertisements
Posted in Kehidupan Pascakampus, Slice of Zindagi

Apa Kabar?

Hai, apa kabar?
Sudah lama rasanya aku tak menyapa dirimu.
Apakah kau baik-baik saja?
Bagaimana hari-harimu? Apakah semua terlewati dengan baik?
Ingatkah kau, saat dulu kita sama-sama berusaha untuk mencapai hari ini?
Semoga kau mengingat segala usaha kita kala itu. Lelah kita, peluh kita, semangat dan pantang menyerah kita.
Semoga kau ingat betapa kita tak ingin mengecewakan mereka.
Semoga kau ingat betapa bahagianya melihat senyum mereka.
Semoga kau ingat bagaimana cara untuk terus berpikir positif dan sederhana.
Karena bahagia itu sederhana. Semoga kalimat itu menjadi pondasi yang cukup kuat untuk menguatkan langkah-langkah kita selanjutnya.
Sampai bertemu lain waktu, semoga kabar-kabar baik akan banyak kudengar saat aku berkunjung lagi.
Fatma🌹 10 Juli 2018
Posted in Jendela

Hujan

Indahnya ya jadi Lail yang punya teman seperti Esok. Esok yang selalu membantu Lail, bercerita apa saja, membonceng Lail dengan sepeda keliling kota. Tapi ada satu hal yang kurang dari Esok menurutku.

Sempat dibuat bingung, sebenarnya tugas pertama Lail dan sahabatnya, Maryam sebagai relawan itu di sektor 3 (hlm 120) atau sektor 4 (hlm 135)?

Agak terkejut juga saat Lail dan Maryam mengenakan seragam sekolah perawat, karena seragamnya berwarna oranye (hlm 190), sama seperti seragam kampusku. (Ga penting 😆✌)

Aku curiga, jangan-jangan Maryam sebenarnya selama ini membaca buku karya Tere Liye. Apalagi ketika ia membacakan beberapa kutipan cinta pada Lail.

Di novel ini diceritakan bahwa perkembangan teknologi sudah sangat maju. Lucu sekali melihat tingkah Maryam saat ia beberapa kali memaksa taksi untuk terbang. Lail beruntung memiliki sahabat seperti Maryam yang jenaka, tidak mudah tersinggung atau marah, dan juga sangat pengertian.

Oh ya, satu hal yang menurutku menjadi kekurangan Esok adalah betapa teganya Esok membuat Lail yang saat itu sudah berusia 22 tahun menunggu. Dan di akhir cerita aku menyadari bahwa wanita adalah makhluk yang sangat butuh kepastian. Seperti Lail.

Judul : Hujan

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia

Waktu baca : 16-21 April 2018

Posted in Jendela

Masuk Sarang Serigala

Situasi sarang serigala dari atas, ramai dan penuh buku.
Tahun ini alhamdulillah aku berkesempatan mengunjungi pameran buku impor terbesar yaitu Big Bad Wolf Jakarta 2018 yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Padahal lokasinya di BSD, Tangerang Selatan tapi disebut BBW Jakarta mungkin biar lebih mudah aja kali ya.. Kali pertama aku ke BBW, ditemani seorang gadis kecil yang hampir selalu nemenin aku ke pameran buku. Aku dan gadis kecil itu berangkat dari rumah masing-masing. Sebelumnya aku sudah cari tahu di maps jarak dari rumahku ke ICE karena aku belum pernah kesana. Aku kira akan memakan waktu lama ternyata hanya setengah jam saja dengan motor yang waktu itu aku berangkat pada pagi hari tanggal 30 Maret.

Aku tiba disana pukul 9.30 pagi dan saat masuk ke area BBW melalui hall 8 masih belum begitu banyak pengunjung. Walau saat datang aku juga melihat tidak sedikit yang sudah selesai belanja karena BBW ini diadakan 280 jam nonstop. Hari kedua BBW koleksi buku masih banyak dan rapi. Begitu aku masuk tercium aroma masakan. Hahaha jangan kaget karena ada foodcourt di sebelah kiri tidak jauh dari pintu masuk. Aku langsung berkeliling melihat-lihat dahulu koleksi buku apa aja sih yang ada disini. Karena ada koleksi buku bahasa Indonesia juga, aku lihat ke bagian buku itu dahulu. Mulai dari agama, nonfiksi, lalu aku penasaran ke area children. Oh My God, koleksi buku anak-anaknya banyak, bermacam-macam dan gambarnya bagus-bagus banget.. Sambil menunggu gadis kecil itu yang belum datang karena rumahnya jauh aku manjain mata dulu lihat buku anak yang jenis picture dan board book. Duh jadi kepengen sendiri beli buku anak.

Akhirnya gadis kecil itu sampai juga di sarang serigala. Setelah komunikasi lewat voice call kita ketemu juga dan walau ga janjian baju kita bisa sewarna. (Penting banget ga sih?!) Ambil trolley atau keranjang yuk, tadi ada deket pintu masuk. Aku ajak gadis kecil itu mengambil wadah untuk membawa buku yang akan dibeli. Ketika kami sampai disana dan kosong, baik trolley maupun keranjang sudah habis! Sudah banyak sekali pengunjung yang datang dan terus bertambah. Tapi memang rezeki anak sholehah kemudian datang lagi troli-troli kosong yang langsung diserbu pengunjung yang sedari tadi berbaris di pintu masuk menunggu kedatangan troli-troli itu.

Lalu kami telusuri area bahasa Indonesia dan juga novel. Betapa terkejutnya aku, sick tapi ga ada blood kalo kata anak zaman now ngelihat novel yang aku beli tahun 2017 lalu ada banyak di BBW dengan harga setengahnya! Tetapi nyeseknya aku langsung berkurang begitu ketemu novelnya Kang Abik dengan harga 13.000. Aha aku langsung ambil dan masukkan ke troli.

Well, singkat cerita aku beli 5 buku di BBW ini.
1. Unta Nabi Sholeh, jenis toy book
2. Dongeng Sekolah Tebing: 52 Kisah Sekolah Terpencil di Ujung Angin, karya Clara Ng, hardcover
3. 49 Kiat Santai Menstabilkan Tekanan Darah, hardcover
4. Ayat Ayat Cinta, hardcover
5. The Blue Between Sky and Water: Kisah Keluarga, Cinta dan Palestina, novel

Sebelumnya aku sudah buat list buku apa aja yang mau dibeli. Tapi dengan banyaknya buku disana membuat aku pusing bila harus beli buku sesuai list. Lagipula wishlist aku tidak begitu prioritas. Sebagian besar koleksi buku di BBW terdiri dari buku anak yang sempet bikin aku mupeng buat beli buku anak impor itu. Tapi kemudian aku berpikir,
1. Apa aku sudah membutuhkan buku ini sekarang?
2. Apakah sudah saatnya mengoleksi buku-buku edukasi anak?
3. Apa aku benar-benar sudah membutuhkannya?
4. Beneran harus dibeli sekarang??
5. Beneran buku edukasi anak impor harus dibeli dan bakal kepake sekarang???

Alhasil kuurungkan niatku membeli buku-buku itu. Well, setidaknya aku sudah membeli buku-buku hardcover dengan harga murah. Sedikit tips aja dari aku untuk kamu yang mau beli buku bahasa Indonesia di BBW, belilah buku yang memang prioritas kamu, yang koleksinya langka dan dengan harga yang murah. Karena banyak juga buku-buku yang biasa ada di pameran buku dari toko buku dijual disana dengan perbedaan harga 2.000 rupiah saja lebih mahal sih. Tapi kalau bisa dapat yang lebih murah dengan kualitas sama, why not? (Duh pemikiran perempuan dasar..) Jangan lupa tetapkan budget ya biar nggak kalap. Aku juga sedikit menyesal membeli novel biru itu. 😢😢 Karena ketika aku baca sinopsisnya dengan lebih teliti di rumah, genrenya agak kurang cocok sama aku. Tapi aku nggak nyesel masuk ke “sarang serigala”. Koleksi bukunya banyak, harga murah, tempatnya nyaman, tersedia foodcourt dan tempat sholat bahkan sholat jum’at. Semoga next time bisa ke BBW lagi. Khususon buat gadis kecil semoga next year bisa ke BBW dengan status yang udah beda dan ditemani suami ya. Aamiin… 😊


Fatma🌹
Tangerang, 31 Maret 2018
Posted in Uncategorized

Hukum Coulomb

Tahun 1785 Charles Augustin de Coulomb meneliti gaya yang ditimbulkan oleh dua benda bermuatan listrik. Coulomb menyatakan bahwa besar gaya listrik berbanding lurus dengan perkalian besar kedua muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda.

Untuk menghormati penemu Charles Augustin de Coulomb, teori ini disebut Hukum Coulomb. Penjelasan lebih lanjut simak di link berikut ya..

Klik disini

Continue reading “Hukum Coulomb”